Review Film “Man Of Steel” Ketika Superman
menjadi Realis, Modern dan Humanis.
Siapa yang tidak kenal Superman? Superhero dengan
ciri khas simbol “S” yang melekat di dadanya, kostum serba biru-merah
dengan celana dalam merah diluar dan tak lupa lintingan S dirambutnya.
Saya masih ingat sekali (kalo tidak salah) di tahun 2011, Warner Bros merilis sebuah foto yang sepertinya materi promosi pertama Man of Steel, di mana penampakan pertama Henry Cavill sebagai Superman berdiri di depan semacam brankas bank.
Banyak pertanyaan yang timbul di kepala saya saat meliat teaser tersebut, apakah Man of Steel bisa melebihi film Superman terdahulu? Film Superman Returns
yang merupakan reboot dari film-film terdahulu termasuk film yang
banyak menuai kritikan dari kritikus film dan merupakan salah satu film
superhero yang gagal.
Tapi menurut saya Superman Returns sesungguhnya bukan reboot yang buruk dari Bryan Singer, tapi hanya kalah bersaing dengan superhero lainnya apalagi jika dibandingkan dengan gempuran dahsyat dari superhero keluaran Marvel rivalnya. Dan kini Superman kembali hadir dengan plot cerita yang berbeda tentunya, kembali ke titik awal dengan nuansa yang baru dalam film Man of Steel.
Penggarapan film reboot ini dilakukan oleh Christoper Nolan (The Dark Knight) sebagai produser, David S. Goyer (The Dark Knight: Rises) sebagai penulis naskah, dan Zack Snyder (300, Watchmen) sebagai sutradara.
Dengan adanya kehadiran Nolan yang telah menuai kesuksesan sejak film The Dark Knight dan The Dark Knight: Rises serta Zack Snyder yang menurut saya sukses menggarap 300 dan Watchmen, berbagai ekspektasi serta antusias saya akan film Man of Steel ini pun menjadi sangat tinggi.
Seperti apakah kisah Superman yang digarap oleh Nolan dan Snyder ini? Apakah kali ini cerita Superman akan lebih kelam dan humanis seperti Batman di The Dark Knight trilogy?
Cerita dimulai dengan latar belakang planet Krypton yang menjadi kampung halaman sang Superman terlebih dahulu. Kal-El yang merupakan buah hati dari Jor-El (Russel Crowe), dan Lara
(Ayelet Zurer), lahir secara alami di tengah-tengah krisis yang melanda
planet mereka. Tak hanya sekedar dilanda krisis, hal tersebut juga
diperburuk dengan tindak kudeta yang dilakukan oleh Jendral Zod (Michael Shannon).
Demi menyelamatkan anak mereka dari krisis, Jor-El dan Lara terpaksa melarikan anak semata wayangnya menuju planet yang jauh lebih aman dari planet Krypton. Tujuan Kal-El pun sampai pada planet Bumi.
Tumbuh besar sebagai anak manusia, Kal-El yang kini bernama Clark Kent
(Henry Cavill) telah menyadari perbedaan kekuatan dirinya dengan anak
manusia lainnya sejak kecil. Kekuatan yang dimiliki oleh Clark ini
dipergunakan untuk menolong orang-orang yang membutuhkannya.
Walaupun begitu, karena berbekal pesan ayah dan ibu angkatnya (Kevin
Costner, Diane Lane) di Bumi, Clark berusaha menjaga rahasia kekuatannya
tersebut dengan berpindah-pindah tempat tinggal serta memalsukan
identitas di mana pun ia berada.
Namun rahasia tersebut rupanya tak berlangsung lama. Seorang jurnalis wanita bernama Lois Lane (Amy Adams) menyelidiki dan mengejar identitas sesungguhnya dari “sang penyelamat” tersebut. Tak lama ketika Lois melakukan penyelidikannya, terdapat pesan ancaman dari Jendral Zod dan pasukannya kepada masyarakat di Bumi.
Zod mengancam masyarakat Bumi untuk menyerahkan Kal-El dalam waktu 24 jam atau keselamatan mereka takkan terjamin. Apakah Clark mampu untuk menyembunyikan identitasnya dari Lois?
Atau apakah ia justru berniat untuk mengungkapkan jati dirinya kepada
masyarakat Bumi dan menyerahkan diri kepada Jendral Zod demi
menyelamatkan umat manusia?
Saya akui saya masih belum bisa “move on” dari The Dark Knight
Trilogy garapan Nolan, The Dark Knight trilogy itu sudah jadi salah
satu film trilogy superhero terbaik sepanjang masa, dan (mungkin) tidak
akan ada film superhero yang bisa semegah dan sedahsyat The Dark Knight Trilogy-nya Nolan tersebut.
Mungkin Man of Steel tidak sekelam Batman
Trilogi, tapi dari segi action saya sangat terpuaskan! (dan saya tidak
akan pernah membanding2kan lagi dua superhero ini, karna mereka sudah
menjawab ekspektasi saya).
Saya suka penggambaran Superman disini, lebih realis dan humanis,
saya bisa bilang lebih realis karena semua pertanyaan konyol yang dulu
ada dikepala bisa dijawab dengan mudahnya di film ini, seperti (maaf
agak spoiler :p ):
- Simbol S bukan berarti super atau kependekan dari Superman. Simbol S ini merupakan simbol ‘Harapan’ dalam bahasa crypton yang kebetulan mirip dengan huruf S di bumi.
- Baju Superman dengan celana dalam merahnya hilang
di film ini. Jujur saja, celana dalam diluar itu merupakan paling konyol
sepanjang sejarah superhero menurut saya, untunglah, dalam film ini hal
konyol ini dihilangkan. Dan sebagai gantinya, kostum superman terlihat
modern dan macho. Hal yang paling masuk akal adalah asal muasal baju
superman itu, karena sebenarnya baju itu adalah ‘baju biasa’ di kripton
,Jendral Zod juga memakai baju yang sama.
- Dulu diceritakan Superman akan lemah bila didekatkan dengan batu crypton. Dan dalam film ini tidak ada batu crypton. Superman akan lemah jika berada di atmosfir crypton. Ini terjadi saat superman dibawa ke kapal angkasa milik Jendral Zod. Disana, Superman
pingsan dan muntah darah karena atmosfer dan udaranya tidak cocok
dengan tubuhnya yang selama bertahun-tahun di bumi. Ini juga berlaku
sebaliknya, Jendral Zod akan lemah di bumi jika tidak memakai helm
‘astronot’ saat dirinya dibumi.
- Dan dalam film/cerita sebelumnya diceritakan lois tidak pernah tahu identitas dari Superman, walaupun tiap hari dia bertemu dengan clark kent. Kalau dipikir-pikir, apa bedanya Clark Kent yang pakai kacamata dan Superman tanpa kacamata itu. Di film ini ke”super”an clark Kent sudah diketahui teman-temannya sejak di bangku sekolah, dan Lois tahu identitas asli Superman diawal cerita, saat itu Clark belum jadi wartawan dan Lois sengaja tidak mempublikasikan identitas Superman. Serta Clark jadi wartawan justru terjadi saat cerita sudah selesai, Jendral Zod tewas dan Clark kent akhirnya melamar kerja di Daily planet, dan saat clark masuk kantor pertama kali Lois langsung tahu kalau dia itulah superman!.
Man of Steel merupakan film dengan cerita yang kaya
dan adegan penuh aksi, sayangnya feel dramanya agak kurang (menurut
saya) bisa lebih maksimal bila diexplore lagi.
Meskipun begitu, film ini penting bagi tokoh Superman karena berhasil
merombak unsur-unsur yang ada di film terdahulunya dan memperkenalkan
unsur baru yang segar. Di film ini Superman menjadi sebuah tokoh yang modern, humanis, dan luar biasa.
Henry Cavill di sini menurut saya benar benar pas berperan sebagai Superman, sama seperti Robert Downey Jr. yang terlahir menjadi Tony Stark, dan Christian Bale yang suskes menjadi Bruce Wayne, bagi saya Henry Cavill benar benar terlahir jadi Clark Kent, jauh berbeda dengan pemeran superman terdahulu.
Btw bagi yang sudah menonton, pasti bisa menemukan Lexscorp dan mungkin bisa dipastikan kalau film selanjutnya, sang superhero akan berhadapan dengan Lex Luthor, dan bagi yang jeli, mungkin akan menemukan logo Wayne Enterprise saat Superman berkelahi dengan Jendral Zod diakhir cerita, mereka menabrak satelite milik perusahan ‘Wayne Enterprise‘ .Apakah ini pertanda akan ada Justice League? Just Wait and see…(@oomhamid)
copyby:http://kvltmagz.com
8:14 AM |
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment